Rabu, 10 Februari 2016

Nasehat Rasululah untuk Suami yang Tergoda Wanita Lain


Mempunyai suami yang setia tentu menjadi dambaan bagi setiap istri. Kesetiaan merupakan wujud kasih sayang yang nyata dari suami kepada istri dalam membina rumah tangga. Bak mutiara, tindakan setia ini memang berharga sangat mahal, bahkan tidak bisa diganti dengan uang.

Akan tetapi, setiap hubungan tidak pernah lepas dari cobaan, termasuk urusan ketidaksetiaan dari suami karena tergoda wanita lain. Godaan dalam bentuk ini bisa muncul dari mana saja sehingga melemahkan keimanan. Tidak jarang hubungan rumah tangga yang sudah bertahun-tahun harus kandas ditengah jalan . 


Rasulullah SAW sebagai tauladan Umat Islam ternyata telah memberikan nasehat kepada para suami yang tergoda wanita selain istrinya. Apa sajakah isi dari nasehat Rasulullah tersebut? Berikut ini informasi selengkapnya. 

Ada sebuah kisah dari Rasulullah yang bisa dijadikan contoh bagi seorang suami, betapa kesetiaan itu sangat penting dalam sebuah rumah tangga. 

Kala itu, dikisahkan Rasulullah masih ke Masjid Nabawi dalam keadaan rambut basah setelah mandi jinabat. Kemudia Rasulullah mengatakan kepada para sahabat untuk mendatangi istri mereka jika mereka tergoda dengan wanita lain. 

"Jika engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segeralah datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal seperti yang dimiliki oleh wanita itu." (HR. Tirmidzi)

Inilah nasehat yang diberikan Rasulullah SAW agar selalu mengingat istri. Istri merupakan seorang yang halal dan telah mengikatkan janji kepada suami. Oleh sebab itu, ketika seorang suami mulai tergoda pada wanita lain hendaklah ia segera mendatangi istrinya. 

Menjadi seorang suami, maka ada kewajiban menjadi pemimpin. Sudah sepantasnya seorang suami itu memberikan contoh dan tauladan kepada istri dan keluarganya dengan selalu setia kepada istrinya dimanapun ia berada. 

Maka, sungguh merugilah bila seorang suami tergoda kepada wanita lain. Hal tersebut dikarenakan semua yang dilihat dan dipikirkan olehnya dari wanita yang memikat hatinya itu ternyata sudah dimiliki oleh istrinya secara sah. Sungguh miris apabila seorang suami masih memikirkan wanita lain.

Mungkin banyak suami yang berpikir bahwa wanita yang membuatnya tergoda itu memiliki segalanya dan lebih menarik. Padahal, itu semua hanya perasaan saja dan hanya tipu daya dari setan yang senantiasa menggoda hamba Allah yang lemah. 

Demikianlah ulasan mengenai nasehat Rasulullah untuk suami yang tergoda dengan wanita lain. Jika mulai tergoda dengan wanita lain, maka cobalah untuk mengingat kembali nasehat Rasulullah tersebut. Jangan nodai mahligai rumah tangga dengan menyukai wanita lain. Semoga bermanfaat.

Nathan Rothschild dan Konspirasi Busuk Yahudi Dalam Merebut Perekonomian Amerika


MANUVER untuk bisa mengontrol pencetakan mata uang Amerika mengakhiri satu tahap kegiatan Konspirasi di Amerika. Langkah berikutnya yang ditempuh oleh para pemilik modal internasional adalah bagaimana menguasai perekonomian Amerika. Tahap ini dimulai dengan gerakan manuver amat meluas, yang dilakukan oleh kelompok Rothschild dengan mengeluarkan instruksi kepada agen-agen mereka di Amerika, agar mereka menggalakkan propaganda besar-besaran mengenai kemakmuran dan kesejahteraan bagi prospek bangsa Amerika.

Instruksi itu juga ditujukan kepada para direktur Bank Amerika untuk memberikan pinjaman lunak, agar bangsa Amerika tergiur untuk memanfaatkan tawaran itu. Tidak ayal lagi, bangsa Amerika segera memanfaatkan pinjaman itu untuk membiayai proyek-proyek baru yang tumbuh seperti jamur di musim hujan. Setelah perkembangan mencapai titik tertentu, kelompok Rothschild mengeluarkan instruksi rahasia, agar tawaran pinjaman itu segera dihentikan, dan agar jumlah uang yang beredar di pasaran dibatasi.
Tentu saja ini menyebabkan krisis ekonomi yang parah, dan mengakibatkan lumpuhnya perekonomian Amerika. Proyek yang dibangun atas biaya pinjaman dari bank itu. Peristiwa ini bukan tidak mendapat tantangan dari rakyat Amerika. Tiga tokoh Amerika, yaitu John Adams, Thomas Jefferson dan Andrew Jackson, yang kelak menjadi presiden Amerika merupakan tokoh-tokoh terkemuka yang mempermasalahkan krisis ekonomi tadi. Berikut ini adalah beberapa kalimat yang ditulis oleh Jefferson kepada Adams :

“Saya yakin sepenuhnya, bahwa lembaga-lembaga keuangan ini lebih berbahaya bagi kemerdekaan kita daripada serbuan pasukan musuh. Lembaga keuangan itu juga telah melahirkan sekelompok aristokrat kaya yang kekuatannya mengancam pemerintah. Menurut hemat saya, kita wajib meninjau hak mencetak mata uang bagi lembaga keuangan ini, dan mengembalikan wewenang itu kepada rakyat Amerika sebagai pihak yang paling berhak.”

Kritik terbuka seperti itu membuat para pemilik modal menjadi barang, dan mengingatkan kepada mereka tentang masa suram yang akan segera datang, berkenan dengan masa perpanjangan wewenang Bank Amerika pada tahun 1811, apabila hal itu dibatalkan. Nathan Rothschild kemudian segera mengambil sikap dengan mengancam presiden Amerika secara pribadi, yang ketika itu dipegang oleh Andrew Jackson, yang isinya sebagai berikut :

“Hanya ada dua pilihan, yaitu memperpanjang wewenang atau menolak. Dan ketika itu Anda akan melihat Amerika Serikat terperosok ke dalam kancah peperangan yang dahsyat.”

Kekuatan Konspirasi telah lama menggunakan taktik busuk dengan meniupkan api perang untuk menghancurkan para pemimpin dan kepala negara yang menentang para pemilik modal yang menghadang perjalanan Konspirasi. Akan tetapi Presiden Jackson tidak memperdulikan gerakan tersebut bahkan berganti menentang utusan itu. Kemudian utusan itu kembali dengan jawaban :

“Anda sekalian tidak lain adalah kawanan perampok dan ular. Kami akan menghancurkan kalian, dan bersumpah akan menghancurkan kalian.”

Rupanya para pemilik modal benar-benar akan melaksanakan ancaman mereka. Tidak lama kemudian mereka mendesak pemerintah Inggris dengan menekan lewat Bank Inggris untuk menyerbu Amerika pada tahun 1812. Tujuan Nathan Rothschild yang paling utama adalah menguras kas pemerintah Amerika, akibat biaya perang yang dibutuhkan, sehingga tidak ada jalan lain kecuali mencari dana dari pinjaman luar negeri. Sedang tumbal manusia dan kehancuran akibat perang bukanlah harus dipikul oleh Nathan Rothschild. Program ini benar-benar terlaksana, dan akhirnya kongres mengesahkan perpanjangan wewenang Bank Amerika itu tahun 1816.

Selasa, 09 Februari 2016

Persiapan Dan Konspirasi Yahudi untuk Perang Dunia I


PERANG Dunia I meletus pada tahun 1914. Selama 4 tahun dunia banjir darah oleh tumbal peperangan. Peristiwa ini belum pernah terjadi dalam sejarah panjang umat manusia, meskipun akan disusul dengan pertumpahan darah yang lebih mengerikan, yaitu terjadinya Perang Dunia II tahun 1945. Apakah akan menyusul perang Dunia III, yang pasti akan lebih mengerikan? Wallahu a’lam.

Tidak ada salahnya untuk menyinggung kembali peristiwa yang telah sama-sama kita maklumi, yang akan mengawali terjadinya Perang Dunia I. Di sana terjadi perlombaan senjata yang belum pernah disaksikan oleh dunia sebelumnya. Senjata mematikan telah membanjiri negara di seluruh dunia.

Kegiatan ini tentu mendatangkan uang besar-besaran bagi para pialang perang. Dunia terbelah menjadi berbagai persekutuan, yang saling menghadapkan senjata yang mereka miliki satu sama lain. Siapa yang merancang? Tidak lain mereka itu adalah para sesepuh Yahudi, atau jerat-jerat maut dari balik layar. Kenyataannya mereka bisa menentukan suhu situasi dunia pada saat itu.

Dari uraian terdahulu kita bisa menyimak, bagaimana para sesepuh Yahudi mempersiapkan diri untuk menyambut abad ke 20. Mereka telah mempersiapkan pemerintah negara-negara Erpoa, aliran politik yang dianutnya, dan angkatan bersenjatanya telah dipersiapkan untuk menimbulkan terjadinya perang, atau minimal untuk menerima pemikiran tentang perang itu.

Setelah itu, di satu sisi para sesepuh Yahudi membentuk opini umum Eropa dan dunia pada umumnya. Lalu di sisi lain, mereka menindas pemimpin yang berani menghadang jalan yang sedang ditempuh oleh Konspirasi. Para tokoh itu adalah para pembaharu yang berpegang pada undang-undang yang sah di negaranya, dan memiliki wibawa yang memungkinkan mereka menghalangi program yang telah dirancang oleh Konspirasi.

Apalagi jika tokoh-tokoh itu secara terbuka menyatakan perang terhadap mereka, dan tidak bisa digoyahkan dengan propaganda yang menyesatkan. Tokoh-tokoh seperti itulah yang merupakan ancaman bagi Konspirasi.

Kita akan menyajikan krisis politik yang besar, dan pertikaian sekitar wilayah jajahan pada awal abad ini, yang membuat kita bingung. Dengan adanya krisis tersebut, dunia terbelah menjadi berbagai kelompok persekutuan dan blok-blok yang memporak-porandakan Eropa. Masing-masing pihak siap menyerang lawannya, seperti yang telah ditulis secara rinci oleh sejarah umum, atau yang diajarkan di sekolah. Di sini, kita akan mengungkap dari sisi lain, yaitu dari sisi analitis.

Sekuensi peristiwa demi peristiwa sejarah sendiri telah menjadi jawaban jelas, yang sebelumnya merupakan teka-teki besar yang terjadi awal abad ini, hingga pecah perang Dunia I. Secara ringkas peristiwa itu telah mengakibatkan hal-hal berikut :

1) Menghilangnya sejumlah pemimpin besar yang berkepribadian reformis dari arena percaturan politik Eropa.
2) Dampak kuat yang mewarnai opini umum di Eropa, sehingga menjalar ke seluruh dunia.
Adapun peristiwa-peristiwa di atas adalah
1) Terbunuhnya Raja Austria tahun 1899.
2) Pembunuhan Omirito, Raja Italia tahun 1900.
3) Pembunuhan William McKinley, Presiden Amerika yang ke 25 tahun 1901, yang kemudian diganti oleh Theodore Roosevelt dengan bergelar Roosevelt I.
4) Pembunuhan Prince Sergey, paman Czar sendiri tahun. 1905.
5) Pembunuhan Raja Portugal dan putra mahkotanya tahun 1908.
6) Peristiwa demi peristiwa itu disusul kemudian dengan pembunuhan putra mahkota kerajaan Austria bersama permaisurinya di kota Sarajevo Yugoslavia tahun 1914.

Rentetan peristiwa itu sebenarnya mengungkapkan hakikat peristiwa itu sendiri. Di sini kita bisa menganalisa sepintas tentang peristiwa itu, dan sekuensi waktu kejadiannya, yang jelas tercium berbau rancangan terselubung, serta perbedaan lokasi kejadian peristiwa itu secara geografis. Kita tidak akan ragu lagi, bahwa peristiwa itu bukan terjadi hanya karena faktor kebetulan. Di sana terdapat ulah tangan-tangan dari balik layar, yang bisa dirasakan dengan jelas di berbagai tempat.

Inilah Tiga Harta Pusaka Milik Manusia


Berbicara mengenai harta pusaka, tentu sebagian dari kita berpikir tentang benda-benda keramat. Tidak hanya itu, banyak juga yang menanggap bahwa harta pusaka itu tertuju pada setumpuk permata ataupun berlian dalam sebuah peti.

Banyak orang yang kemudian berburu harta pusaka demi menambah pundi-pundi kekayaan. Akan tetapi, ternyata manusia juga memiliki harta pusaka di dalam tubuhnya. Namun apabila dikaji dalam kacamata agama, maka fungsinya akan sangat berbeda dengan harta pusaka dalam prespektif manusia pada umumnya. 


Bahkan harta pusaka ini memiliki fungsi sangat penting dalam kehidupan. Permata dan berlian dalam peti pun tidak memiliki arti apapun dibandingkan dengan harta pusaka milik manusia ini. Lalu, apa sajakah harta pusaka milik manusia tersebut? Berikut ini ulasan selengkapnya. 

Harta pusaka miliki manusia tersebut terdapat dalam sebuah hadist yang artinya: “Hati yang padat dengan rasa syukur dan lidah yang dihiasi dengan untaian kata zikir serta istri yang salihah menunjang kamu dalam berbagai urusan dunia dan agama (akhirat) kamu. Itulah harta pusaka yang paling baik bagi manusia.” (HR Al-Baihaqi). Berikut penjelasan mengenai ketiganya:

1. Hati
Hati merupakan pendorong manusia dalam melakukan perbuatan baik dan buruk di dunia ini. Jika diibaratkan sebuah angkatan maka hati merupakan pemimpin bagi badan. Hati sangat berpengaruh terhadap baik dan buruknya amalan yang dilakukan badan. 

Rasulullah SAW bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging. Jika ia baik, seluruh tubuh baik. Jika ia rusak, seluruh tubuh juga rusak. Ketahuilah (segumpal daging) itu ialah hati.” (HR Muslim).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menegaskan, “Amalan badan tidak akan diterima tanpa perantara amalan hati. Karena hati adalah raja sedangkan anggota badan ibarat prajuritnya. Bila sang raja buruk maka akan buruk pula seluruh prajuritnya.” (Majmu Al Fatawa, 11/208).

Itulah pentingnya hati bagi manusia. Oleh sebab itulah hati disebut sebagai harta pusaka yang harus dijaga. Apabila hati padat dengan rasa syukur kepada Allah SWT maka akan lahir pula dorongan dan niat untuk melakukan amalan yang baik sesuai dengan perintah dari Allah SWT. 

2. Lidah 
Harta pusaka yang kedua yaitu lidah. Seperti yang diketahui panca indera manusia ini memang memiliki struktur yang tidak bertulang. Oleh sebab itu lidah bisa dengan muda menjulur dan bergerak ke sana kemari tanpa kendali. 

Tidak hanya berfungsi sebagai indera pengecap. Lidah juga memiliki peran yang sangat besay dalam menentukan kebaikan dan keburukan seseorang. Jika seseorang mengumbar lisannya dengan tidak terkendali, maka setan akan bersamanya dan membawa ia menuju kehancuran dan selanjutnya dijatuhkan ke dalam kebinasaan. 

Tidak ada seorang pun yang bisa selamat dari tergelincirnya lisan kecuali mereka mau mengendalikannya dengan tali kekang syariat. Yakni senantiasa menghias ucapannya dengan untaian kalimat dzikir kepada Allah serta lisannya tersebut tidak mengucapkan sesuatu yang memberi manfaat padanya dan oranglain di dunia serta akhirat. 

Rasululah SAW menganjurkan dalam sabdanya, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia berkata baik atau diam.” (HR Bukhari dan Muslim).

Hati dan lidah sebenarnya merupakan kesatuan yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Di antara kedua bagian ini terdapat interaksi, sebab lidah dapat dikatakan sebagai penjelmaan suara hati. Maka, jika hati senantiasa penuh dengan rasa syukur maka dengan sendirinya untaian kata zikir akan keluar dari lidah. Hal ini disebabkan karena lidah pada dasarnya adalah dorongan dan niat hati.

3. Istri yang Shalehah
Harta pusaka terakhir yang dimiliki manusia oleh manusia adalah istri yang shalehah. Tentu hal tersebut sangat logis sebab teman paling akbar dalam suatu hubungan rumah tangga adalah istri. Istri yang shalehah akan membuat mahligai rumah tangga menjadi lebih indah dan selalu dalam perlindungan Allah SWT.

Lain halnya jika memiliki istri yang tidak shalehah, tentu akan banyak berpengaruh terhadap kondisi jiwa suami dan seluruh anggota keluarga. Seperti yang diketahui bahwa di balik pria yang sukses selalu ada wanita shalehah di  belakangnya. Namun jika wanita itu tidak shalehah maka ia bisa membuat kehancuran bagi sang suami. 

Maksud dari istri yang shalehah adalah istri yang mempunyai hati yang padat dengan rasa syukur, lidahnya dihiasi dengan untaian kata dzikir yang mempesona sang suami. Oleh sebab itu, istri yang shelehah akan menjadi harta karun utama yang mampu menyelamatkan kehidupan dari bencana di dunia dan akhirat.

Demikianlah ulasan mengenai tiga harta pusaka yang dimiliki oleh manusia. Oleh sebab itu jagalah baik-baik harta pusaka tersebut, agar Allah SWT senantiasa melindungi kita. Selain itu, tetaplah menjadi hamba Allaha yang beriman dan bertakwa.

Senin, 08 Februari 2016

Komandan Senior Kelompok ISIS Diklaim Telah Tewas di Irak Utara


SEORANG komandan atas kelompok ISIS dilaporkan tewas dalam serangan udara di provinsi Irak utara Nineveh.

Shobaib Abu Majd al-Kanani, komandan ISIS kelahiran Saudi, tewas bersama delapan komandan ISIS lainnya dalam serangan udara Sabtu malam, situs berita Irak Alsumaria melaporkan.

Juga pada hari Sabtu, tujuh elemen ISIS tewas dan 12 lainnya terluka dalam serangan udara di provinsi utara Kirkuk.


Sebbanyak 45 anggota ISIS tewas oleh pasukan keamanan Irak di bagian utara kota Ramadi, ibukota propinsi Anbar, pada hari yang sama.

Menurut laporan, pasukan Irak menggagalkan serangan ISIS di kota dan menghancurkan tujuh bom mobil di sana.

Minggu, 07 Februari 2016

Rasulullah saw Tidak Bisa Mengabulkan Doa?


Apakah Rasulullah saw bisa mengabulkan doa istighosah?

Jawaban:

Allah Ta’ala perintahkan kepada Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyebutkan identitasnya,

قُلْ لَا أَقُولُ لَكُمْ عِنْدِي خَزَائِنُ اللَّهِ وَلَا أَعْلَمُ الْغَيْبَ وَلَا أَقُولُ لَكُمْ إِنِّي مَلَكٌ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَى إِلَيَّ

“Katakanlah: Aku tidak mengatakan kepadamu, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghaib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku.” (QS. al-An’am: 50)

Allah juga perintahkan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyatakan bahwa dirinya hanya manusia biasa,

قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ

“Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.” (QS. al-Kahfi: 110)

Dan masih banyak ayat yang semisal, yang menunjukkan bahwa beliau hanya manusia biasa, sama sekali tidak memiliki sifat-sifat ketuhanan. Selain beliau mendapatkan wahyu, yang isinya syariat untuk membimbing beliau dan seluruh umat manusia ke jalan keselamatan.

Karena itulah, dalam syahadat yang kedua kita menyatakan,

وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

“Dan saya bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya”

Kita sebut beliau sebagai hamba, karena beliau sama sekali tidak memiliki sifat-sifat ketuhanan.
Konsekuensi beliau sebagai manusia, beliau tidak bisa mengabulkan doa. Dia satu-satunya yang membagikan rizki dan rahmatnya, sesuai yang Dia kehendaki.

Allah berfirman,

أَهُمْ يَقْسِمُونَ رَحْمَةَ رَبِّكَ نَحْنُ قَسَمْنَا بَيْنَهُم مَّعِيشَتَهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا

“Apakah mereka yang membagi-bagi rahmat Tuhanmu? Kami telah menentukan antara mereka penghidupan mereka dalam kehidupan dunia.” (QS. az-Zukhruf: 32).
Doa Para Nabi yang Tidak Dikabulkan
Dalam al-Quran, Allah menyebutkan doa beberapa nabi yang tidak dikabulkan, diantaranya,
Pertama, Doa Ibrahim ‘alaihis salam, agar ayahnya diampuni.

Allah berfirman,

مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ

Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam

Yang ini menjadi kaidah umum bahwa orang yang mati kafir, tidak boleh dimintakan ampunan. Selanjutnya, Allah menyebutkan doa Ibrahim,

وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ

Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka, tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri dari padanya. (QS. at-Taubah: 114)

Kedua, doanya Nabi Nuh ‘alaihis salam, agar anaknya diampuni,

وَنَادَى نُوحٌ رَّبَّهُ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ابْنِي مِنْ أَهْلِي وَإِنَّ وَعْدَكَ الْحَقُّ وَأَنتَ أَحْكَمُ الْحَاكِمِينَ .

Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata: “Ya Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janji Engkau itulah yang benar. Dan Engkau adalah Hakim yang seadil-adilnya.”

Lalu beliau ditegur oleh Allah,

قَالَ يَا نُوحُ إِنَّهُ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ إِنَّهُ عَمَلٌ غَيْرُ صَالِحٍ فَلاَ تَسْأَلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنِّي أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ الْجَاهِلِينَ

Allah berfirman: “Hai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang dijanjikan akan diselamatkan), sesungguhnya (perbuatan)nya perbuatan yang tidak baik. Sebab itu janganlah kamu memohon kepada-Ku sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakekat)nya. Sesungguhnya Aku memperingatkan kepadamu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang bodoh.” (QS. Hud: 46)

Termasuk juga doa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pernah mengajukan 3 permohonan kepada Allah. Dikabulkan 2 dan yang satu tidak dikabulkan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

سَأَلْتُ رَبِّى ثَلاَثًا فَأَعْطَانِى ثِنْتَيْنِ وَمَنَعَنِى وَاحِدَةً سَأَلْتُ رَبِّى أَنْ لاَ يُهْلِكَ أُمَّتِى بِالسَّنَةِ فَأَعْطَانِيهَا وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يُهْلِكَ أُمَّتِى بِالْغَرَقِ فَأَعْطَانِيهَا وَسَأَلْتُهُ أَنْ لاَ يَجْعَلَ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ فَمَنَعَنِيهَا

Aku memohon kepada Allah 3 hal, Dia mengabulkan 2 doa dan menolak satu doa. Aku memohon kepada Rabku agar umatku tidak dibinasakan karena kelaparan, dan Dia kabulkan doaku. Aku memohon agar umatku tidak dibinasakan dengan cara ditenggelamkan, dan Dia kabulkan doaku. Dan aku memohon, agar tidak ada permusuhan diantara umatku, namun Dia menolaknya. (HR. Ahmad 1596 & Muslim 7442).

Ini menunjukkan, tidak semua doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dikabulkan oleh Allah, dalam bentuk diberikan ketika di dunia.

Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan,

وأما الدعوات الخاصة ـ يعني بالأنبياء ـ فمنها ما يستجاب ومنها ما لا يستجاب

Untuk doa-doa khusus – yaitu doa para nabi – ada yang dikabulkan dan ada yang tidak dikabulkan. (Fathul Bari, 11/97).

Al-Khatib as-Syirbini menjelaskan alasan, mengapa doa nabi terkadang tidak dikabulkan

أن إجابة دعاء الأنبياء غالبة لا لازمة فقد يتخلف لقضاء اللّه تعالى

Bahwa dikabulkannya doa para nabi, itu sifatnya mayoritas bukan keharusan. Karena terkadang doa beberapa nabi bertentangan dengan ketetapan Allah Ta’ala. (Tafsir as-Shirat al-Munir, 2/327).

Lalu as-Syirbini menyebutkan contoh doa para nabi yang tidak dikabulkan Allah, diantarannya doa Ibrahim agar ayahnya diampuni dan doa nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam agar umatnya tidak dibinasakan karena perseteruan di antara mereka. Karena semua ini bertentangan dengan ketetapan Allah.

Selanjutnya kita beri kesimpulan

Jika doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sendiri terkadang tidak dikabulkan Allah, bagaimana mungkin doa orang lain atau isighatsah orang lain bisa beliau kabulkan?

Allahu a’lam.
Syubhat & Bantahannya
Ada yang berdalil dengan hadis riwayat Bukhari secara Muallaq, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّمَا أَنَا قَاسِمٌ وَخَازِنٌ ، وَاللَّهُ يُعْطِى

Saya hanya membagi dan mengumpulkan, dan Allah yang memberi. (HR. Bukhari 4/103).

Ada sebagian orang sufi mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang membagi rizki Allah. Sementara Allah yang menurunkan rizki itu kepada beliau.

Ini jelas salah kaprah,, dan ini aqidah sesat.

Ada dua alasan untuk syubhat ini,

Pertama, bahwa hadis ini berbicara tentang masalah ghanimah.

Bahwa Allah dan Rasul-Nya mendapatkan 1/5 dari setiap rampasan perang yang diperoleh kaum muslimin.
Allah berfirman,

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ إِنْ كُنْتُمْ آَمَنْتُمْ بِاللَّهِ

“Ketahuilah, sesungguhnya apa saja yang dapat kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka sesungguhnya seperlima untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnussabil, jika kamu beriman kepada Allah.” (QS. al-Anfal: 41)

Allah memberikan 1/5 ghanimah untuk Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam yang disalurkan untuk kemaslahatan kaum muslimin. Allah memberi Nabi-Nya, sementara beliau yang membagi.

Kedua, jika ini kaitannya dengan masalah harta, maka makna beliau sebagai al-qosim (yang memberi) adalah beliau memberikan apa yang beliau miliki kepada orang lain, sesuai dengan petunjuk Allah.

An-Nawawi mengatakan,

معناه أن المعطي حقيقة هو الله تعالى ولست أنا معطياً وإنما أنا خازن على ما عندي ثم أقسم ما أمرت بقسمته على حسب ما أمرت به، فالأمور كلها بمشيئة الله تعالى وتقديره

Maknanya, bahwa Pemberi yang hakiki adalah Allah, dan bukan saya yang memberi. Saya hanya menampung apa yang saya miliki, kemudian aku bagikan apa yang diperintahkan untuk kuberikan, sesuai yang diperintahkan. Semuanya tergantung pada kehendak dan taqdir Allah. (Syarh Shahih Muslim, 7/129)

Allahu a’lam.

Sabtu, 06 Februari 2016

Karena Anak Belajar di Sekolah Islam, Akhirnya Kara Tergerak Untuk Jadi Muslimah


NAMA saya adalah Kara Allouzi dan saya berusia 45 tahun. Saya dari Amerika; lahir dan dibesarkan di negeri ini. Saya menjadi seorang Muslim pada tahun 1993.

Orang tua saya membesarkan saya sebagai orang Kristen, tetapi pada saat yang sama mereka mendidik saya seperti seorang Muslim. Mereka selalu memberitahu saya: ‘Jangan melakukan hal ini, jangan lakukan itu, bukan karena kami mengatakan begitu tapi karena Allah meminta kamu untuk tidak melakukannya’.

Jadi saya pikir seluruh hidup saya, saya adalah seorang Muslim, tapi saya tidak tahu bagaimana menemukan Islam. Ayah saya adalah Katolik, ibu saya Protestan. Tapi mereka sangat kecewa terhadap gereja.

Jadi ketika saya lahir, mereka memutuskan bahwa mereka akan membiarkan saya menemukan agama yang menurut saya paling nyaman.

Setiap kali saya pergi ke sebuah gereja, mereka akan memberitahu saya: ‘Jika kamu bukan milik gereja ini, kamu akan ke neraka; jika kamu bukan milik gereja ini kamu akan neraka; jika Anda bukan milik gereja ini Anda akan neraka’. Dan saya jadi takut. Aku menemui ayah saya dan saya berkata: “Saya takut saya memilih yang salah”.

Menikah

Setelah saya menikah, saya mulai belajar tentang Islam, sedikit demi sedikit; suami saya seperti contoh yang sangat baik dari Islam itu sendiri, ia seorang muslim yang baik. Dia tidak pernah memaksa saya untuk memeluk Islam.

Suatu kali dia sakit. Ketika itu juga, anak kami sudah saatnya masuk sekolah. Beberapa orang yang datang menjenguk suami saya memberitahu kami tentang sebuah sekolah Islam dan suami saya meminta saya untuk menyekolahkan anak-anak kami di sana.

Karena dia sakit, saya setuju. Sejujurnya, saya tidak ingin menyekolahkan anak-anak kami di sekolah ini, saya takut bahwa mereka akan menjadi Muslim. Tapi, setelah saya menyekolahkan mereka di sana, saya mulai percaya betapa indahnya hal itu, dan sekolah itu benar-benar menunjukkan keindahan sebuah agama, bukan hanya sisi agama, tapi juga cara hidup.

Karena melihat kehidupan di sekolah itulah, akhirnya saya memutuskan menjadi seorang Muslimah.
Sekarang saya fokus untuk berjuang menjadi seseorang yang shalehah. Ini menjadi usaha yang terus menerus, dan tidak pernah berakhir, untuk seorang Muslim.

Jumat, 05 Februari 2016

Ribuan Muslimah Bosnia Protes di Peradilan Mengenai Larangan Mengenakan Jilbab


HAMPIR 2.000 perempuan di Bosnia turun ke jalan-jalan ibukota memprotes larangan mengenakan jilbab di lembaga peradilan negara, lapor AFP.
  
Demonstrasi, diadakan pada hari Ahad kemarin (7/2/2016) di ibukota Sarajevo, dipicu setelah adanya keputusan terbaru dari dewan peradilan tinggi Bosnia yang melarang “simbol-simbol agama” di lembaga peradilan.

Para pengunjuk rasa, berpawai selama berjam-jam melalui jalanan ibukota, membentangkan spanduk bertuliskan “Hijab adalah Pilihan Harian Saya,” “Hijab adalah Hak Saya” dan “Hijab adalah Kehidupan Saya.”

“Kami berkumpul untuk memprotes prasangka, diskriminasi dan marjinalisasi,” kata Samira Zunic Velagic, penyelenggara aksi.

“Larangan mengenakan jilbab di lembaga peradilan adalah serangan serius terhadap kehormatan, kepribadian dan identitas Muslimah. Dan langkah itu merupakan pelanggaran yang bertujuan merampas hak mereka untuk bekerja,” tambahnya.

“Kami datang ke sini untuk mengatakan bahwa kami bukan korban jilbab ini. Kami datang untuk membela hak-hak kami. Ini adalah mahkota kami, kebebasan serta kehormatan kami,” kata salah seorang pengunjuk rasa.

Muslim Bosnia sendiri merupakan 40 persen dari 3,8 juta penduduk yang ada di negara itu. 

Kamis, 04 Februari 2016

Bukti Kebesaran Allah Ternyata Ada dalam Sistem Sirkulasi Air


Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang bathil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tidak ada harganya.; adapun yang memberi manfaat pada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. (QS. Ar-Rad, 13 : 17)
  
ALLAH SWT dengan sifat kasih sayangnya kepada seluruh makhluk, telah menciptakan sistem pengolahan air bersih gratis, jauh sebelum manusia memikirkannya. Bermula dari banyaknya mata air bersih yang keluar dari bawah permukaan tanah dan kemudian menjadi sungai-sungai, air tersebut digunakan oleh seluruh makhluk untuk memenuhi kebutuhannya.

Air sisa penggunaan yang telah kotor, akan mengalir/bermuara ke laut. Dengan kadar garam yang tinggi, laut akan membunuh bakteri dan kuman yang terkandung di dalam air kotor tersebut. Permukaan laut yang luas, juga akan membuat air tersebut terpapar oleh panas matahari sepanjang hari. Seperti kita ketahui, sinar ultraviolet dari matahari dapat membunuh sebagian besar kuman.

Kemudian, dengan adanya penguapan air laut, hanya uap air murni yang akan naik ke langit menjadi awan, sedangkan garam dan kotoran yang tersisa akan tetap tertinggal di laut. Awan akan menjadi hujan yang akan segera diserap oleh bumi, dan kembali mengisi mata air di dalam tanah.
Proses tersebut akan terus berulang. Seluruh makhluk di muka bumi ini akan tetap dapat bertahan hidup dengan air yang telah disediakan secara gratis oleh Allah SWT itu. Subhanallah…